STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BATIK ”ALUSAN” LAWEYAN BERDASARKAN ANALISIS
SWOT
PENDAHULUAN
Beberapa paham mengemukakan bahwa seni
batik berasal dari luar Indonesia, misalnya di bawa oleh para pedagang dari
India Selatan. Asal usul ini bahkan ditark lebih jauh lagi sampai pada zaman
sebelum datangnya kebudayaan Hindu, bersumber kepada kebudayaan Mesir dan Parsi
Kuno.
Batik dewasa ini betul-betul sudah menjadi
sebuah ladang bisnis dan industri. Kebutuhan akan hasil-hasil batik sudah jauh
meningkat, kalau dahulu batik dipakai untuk beberapa macam pakaian adat,
sekarang ini kegunaanny macam–macam dari alas tempat tidur sampai alas meja.
Akibat perkembangan perusahaan batik sekarang ini ialah berkurangnya pembuatan
batik halus atau tulis. Batik halus sekarang hanya dibuat oleh mereka yang
masih mempunyai waktu luang. Pembatik-pembatik yang bekerja dalam perusahaan
batik kehilangan daya cipta, karena selalu harus menuruti kehendak dari
pengusaha.
GAMBARAN UMUM OBJEK BATIK ”ALUSAN” LAWEYAN
Tradisi dan budaya batik yang lahir 400
tahun silam di Pulau Jawa masih belum memberikan penghargaan terhadap perajin
canting. Canting adalah alat untuk membatik, yang khas menjadi ciri khusus tak
tergantikan oleh alat pembuat batik lainnya.
Pembuatan batik dengan canting serta budaya
tradisi berpakaian batik yang jadi simbol status sosial di masyarakat Solo. Proses
pembuatan Batik Alusan secara
manual, karena batik alusan ini
merupakan warisan
budaya adiluhur bangsa Indonesia dan harus tetap dijaga
kelestariannya. Serta menjaga seni dari motif batik itu sendiri serta dapat membuat pemakainya terlihat lebih
elegan/prestige dan dapat meningkatkan derajat pemakainya. Dalam proses
pembuatan batik tulis memerlukan
alat canting untuk membuat motifnya serta bahan baku malam. Canting (dari bahasa Jawa, canthing) adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat
kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.
Batik Alusan
ini merupakan batik kualitas
premium karena memiliki motif klasik yang sangat rumit (isi-isian motifnya di
titik-titil berkali-kali). Pembuatan wana nya pun dilapis berkali-kali serta
bolak-balik sehingga pembuatannya lebih lama dan tentu saja kualitasnya paling
bagus. Bahan yang digunakan juga lebih bagus. Batik tulis alusan
ini pada jaman dulu biasa disimpan untuk investasi orang-orang tua yang baru
akan digunakan apabila anaknya menikah. Motif-motif Batik
Alusan yang diproduksi:
- Untuk
Pernikahan: Sido Mukti, Sido Asih, Sido Luhur, Sido
Mulyo, Kembangtemu, Wahyu Tumurun
- Untuk
Orang Tua: Truntum
- Motif
Lainnya: Barong, Lengko, Alas alasan, Parang,
Nitik, Picis, Anggrek, Irian, Jodeg, Delimo, Galar, Kapal api, Pokor, Udaniris,
Sekar Jagat, Tambal, Anyam tikar, Cuwili, Godong telo, Tirto tejo.
Batik yang dihasilkan dalam usaha kami
dalam bentuk kain lembaran, sehingga pengemasannyapuan sederhana hanya dengan
dilipat dimasukan plastik pengemas yang sudah diberi label sesuai dengan jenis
batiknya. Dengan ditambah tas cantik bagi setiap pembelian, hal ini diharapkan
dapat menjadi daya tarik konsumen.
Dengan demikian hasil produksi batik
Alusan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan dalam perekonomian
keluarga, solusi melestarikan kebudayaan Jawa dengan memasyarakatkan batik
Alusan kepada masyarakat.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat
ditentukan visi dan misi usaha kami yaitu.
Visi :
Menjadi perusahaan industri batik solo yang
senantiasa mampu bersaing dan tumbuh berkembang dengan sehat.
Misi :
1. Menghasilkan laba yang pantas untuk
mendukung pengembangan usaha.
2. Memproduksi berbagai jenis batik Solo yang
mampu memberikan kepada masyarakat dengan mutu, harga dan pasokan yang berdaya
saing tinggi melalui pengelolaan yang profesional demi kepuasan pelanggan.
3. Memberikan penghargaan kepada para pegawai
melalui pemberian kesejahteraan yang memadai, penyediaan lingkungan kerja yang
aman, sehat dan nyaman, memberikan kesempatan untuk pengembangan karier serta
melakukan inovasi.
4. Menjalin kemitraan kerja sama dengan
pemasok dan penyalur yang saling menguntungkan.
ANALISIS SWOT
Setiap dalam
melakukan kegiatan usaha atau bisnis pasti ada beberapa faktor yang ada dalam
kegiatan bisnis tersebut. Setidaknya ketika kita ingin membangun kegiatan
bisnis harus di sertai juga dengan perencanaan atau strategi yang matang.
Tujuan dari kegiatan bisnis itu sendiri adalah di mana kita hanya mencari hasil
atau keutungan dari kegiatan bisnis tersebut. Maka dari itu kita harus memperhatikan
faktor faktor yang penting dalam menjalankan kegiatan bisnis, agar kita tidak
mengalami kerugian. Tetapi tidak sedikit juga kegiatan bisnis juga mengalami
kegagalan, dan bagi saya kegagalan dalam dunia usaha adalah sesuatu yang wajar
yang dapat terjadi untuk memberikan setidaknya pengalaman di mana nantinya bisa
menjadi pengalaman yang akan kita benahi. Di dalam dunia bisnis kita juga harus
memperhatikan hal-hal yang penting agar kita mendapatkan keuntungan dan
kelancaran di dalam kegiatan bisnis yang kita lakukan.
Di dalam dunia
bisnis kita mengenal kata SWOT yang berarti suatu metode
perencanaan strategis yang di gunakan untuk mengevalusi kekuatan, kelemahan,
kesempatan dan ancaman terhadap kegiatan bisnis. Sebenarnya SWOT itu
sendiri singkatan dari kata Strengths,
Weakness, Opportunities, dan Threats
yang masing masing mempunyai pengertian yang berbeda.
·
Pertama
kata strengths itu sendiri adalah
suatu kekuatan di dalam usaha terhadap produk yang kita miliki.
·
Kedua
kata weakness adalah kelemahan
terhadap kegiatan bisnis atau produk kita.
·
Ketiga
opportunities adalah kesempatan atau
peluang produk atau bisnis yang kita miliki.
·
Terahkhir Threats
adalah suatu ancaman atau kendala bsinis yang kita hadapi.
Disini
saya akan menganalisis SWOT terhadap bisnis yang akan saya jalankan sekarang ini
yaitu usaha batik alusan.
Faktor Internal
1. Strength (Kekuatan)
a. Batik alusan memiliki corak budaya yang
unik, spesifik, dan bersejarah.
b. Batik alusan mendapatkan dukungan penuh
dari Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan.
c. Batik alusan menjadi budaya masyarakat
Surakarta dan Yogyakarta pada khususnya, dan internasional pada umumnya.
d. Batik alusan sebagai lambang dan ciri khas
masyarakat Surakarta dan Yogyakarta.
2. Weakness
(Kelemahan)
- Batik alusan kurang begitu populer di kalangan masyarakat karena harga yang tinggi.
- Batik masih dianggap sebagai suatu yang kuno dan tua, apalagi Batik Alusan hanya menggunakan motif klasik dan warna tradisional khas Yogyakarta dan Solo.
- Biasanya identitas Batik Laweyan sebagai suatu kawasan budaya batik dan suatu kawasan industri.
- Banyak aset budaya berupa peninggalan arsitektur yang mulai rusak bahkan diruntuhkan untuk membangun pertokoaan batik.
Faktor Eksternal
1. Opportunity
(Kesempatan)
- Penerimaan penghargaan Upakarti dari Preside Susilo Bambang Yudhoyono sebagai motivasi masyarakat untuk lebih bersemangat dalam mengembangkan potensi yang ada.
- Bangkitnya kebudayaan dan industri batik rumahan.
e. Kesempatan untuk tetap melestarukan ”Batik
Alusan” ditengah arus perkembangan budaya akan lebih terbuka.
2. Threat
(Ancaman)
a. Terancamnya aset murni batik Alusan dengan
bermunculannya berbagai industri batik modern.
b. Masyarakat sekarang ini jauh lebih
menyukai produk-produk batik yang terkesan lebih modern dan berkelas, tidak
menutup kemungkinan Batik Alusan akan kalah bersaing dengan produk-produk
tersebut.
c. Belum adanya sokongan dana dari pemerintah
untuk modal pelestarian Batik Alusan.
KESIMPULAN
Analisis SWOT sangat penting di
perhatikan ketika kita ingin membangun suatu kegiatan bisnis, karna kita bisa
mengevaluasi kegiatan bisnis kita baik mengenai kekuatan, kelemahan, kesempatan
dan ancaman terhadap bisnis kita. Melalui analisis SWOT kita
mungkin lebih di permudah dalam perencanaan kegiatan bisnis agar kita tidak
salah melangkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar