Kamis, 01 November 2012

SWOT



STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BATIK ”ALUSAN” LAWEYAN BERDASARKAN ANALISIS SWOT

PENDAHULUAN
Beberapa paham mengemukakan bahwa seni batik berasal dari luar Indonesia, misalnya di bawa oleh para pedagang dari India Selatan. Asal usul ini bahkan ditark lebih jauh lagi sampai pada zaman sebelum datangnya kebudayaan Hindu, bersumber kepada kebudayaan Mesir dan Parsi Kuno.
Batik dewasa ini betul-betul sudah menjadi sebuah ladang bisnis dan industri. Kebutuhan akan hasil-hasil batik sudah jauh meningkat, kalau dahulu batik dipakai untuk beberapa macam pakaian adat, sekarang ini kegunaanny macam–macam dari alas tempat tidur sampai alas meja. Akibat perkembangan perusahaan batik sekarang ini ialah berkurangnya pembuatan batik halus atau tulis. Batik halus sekarang hanya dibuat oleh mereka yang masih mempunyai waktu luang. Pembatik-pembatik yang bekerja dalam perusahaan batik kehilangan daya cipta, karena selalu harus menuruti kehendak dari pengusaha.

GAMBARAN UMUM OBJEK BATIK ”ALUSAN” LAWEYAN
Tradisi dan budaya batik yang lahir 400 tahun silam di Pulau Jawa masih belum memberikan penghargaan terhadap perajin canting. Canting adalah alat untuk membatik, yang khas menjadi ciri khusus tak tergantikan oleh alat pembuat batik lainnya.
Pembuatan batik dengan canting serta budaya tradisi berpakaian batik yang jadi simbol status sosial di masyarakat Solo. Proses pembuatan Batik Alusan secara manual, karena batik alusan ini merupakan warisan budaya adiluhur bangsa Indonesia dan harus tetap dijaga kelestariannya. Serta menjaga seni dari motif batik itu sendiri serta dapat membuat pemakainya terlihat lebih elegan/prestige dan dapat meningkatkan derajat pemakainya. Dalam proses pembuatan batik tulis memerlukan alat canting untuk membuat motifnya serta bahan baku malam. Canting (dari bahasa Jawa, canthing) adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.
Batik Alusan  ini merupakan batik kualitas premium karena memiliki motif klasik yang sangat rumit (isi-isian motifnya di titik-titil berkali-kali). Pembuatan wana nya pun dilapis berkali-kali serta bolak-balik sehingga pembuatannya lebih lama dan tentu saja kualitasnya paling bagus. Bahan yang digunakan juga lebih bagus. Batik tulis alusan ini pada jaman dulu biasa disimpan untuk investasi orang-orang tua yang baru akan digunakan apabila anaknya menikah. Motif-motif Batik Alusan yang diproduksi:
-     Untuk Pernikahan: Sido Mukti, Sido Asih, Sido Luhur, Sido Mulyo, Kembangtemu, Wahyu Tumurun
-     Untuk Orang Tua: Truntum
-     Motif Lainnya: Barong, Lengko, Alas alasan, Parang, Nitik, Picis, Anggrek, Irian, Jodeg, Delimo, Galar, Kapal api, Pokor, Udaniris, Sekar Jagat, Tambal, Anyam tikar, Cuwili, Godong telo, Tirto tejo.
Batik yang dihasilkan dalam usaha kami dalam bentuk kain lembaran, sehingga pengemasannyapuan sederhana hanya dengan dilipat dimasukan plastik pengemas yang sudah diberi label sesuai dengan jenis batiknya. Dengan ditambah tas cantik bagi setiap pembelian, hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik konsumen. 
Dengan demikian hasil produksi batik Alusan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan dalam perekonomian keluarga, solusi melestarikan kebudayaan Jawa dengan memasyarakatkan batik Alusan kepada masyarakat.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditentukan visi dan misi usaha kami yaitu.
Visi :
Menjadi perusahaan industri batik solo yang senantiasa mampu bersaing dan tumbuh berkembang dengan sehat.
Misi :
1.      Menghasilkan laba yang pantas untuk mendukung pengembangan usaha.
2.      Memproduksi berbagai jenis batik Solo yang mampu memberikan kepada masyarakat dengan mutu, harga dan pasokan yang berdaya saing tinggi melalui pengelolaan yang profesional demi kepuasan pelanggan.
3.      Memberikan penghargaan kepada para pegawai melalui pemberian kesejahteraan yang memadai, penyediaan lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman, memberikan kesempatan untuk pengembangan karier serta melakukan inovasi.
4.      Menjalin kemitraan kerja sama dengan pemasok dan penyalur yang saling menguntungkan.

ANALISIS SWOT
Setiap dalam melakukan kegiatan usaha atau bisnis pasti ada beberapa faktor yang ada dalam kegiatan bisnis tersebut. Setidaknya ketika kita ingin membangun kegiatan bisnis harus di sertai juga dengan perencanaan atau strategi yang matang. Tujuan dari kegiatan bisnis itu sendiri adalah di mana kita hanya mencari hasil atau keutungan dari kegiatan bisnis tersebut. Maka dari itu kita harus memperhatikan faktor faktor yang penting dalam menjalankan kegiatan bisnis, agar kita tidak mengalami kerugian. Tetapi tidak sedikit juga kegiatan bisnis juga mengalami kegagalan, dan bagi saya kegagalan dalam dunia usaha adalah sesuatu yang wajar yang dapat terjadi untuk memberikan setidaknya pengalaman di mana nantinya bisa menjadi pengalaman yang akan kita benahi. Di dalam dunia bisnis kita juga harus memperhatikan hal-hal yang penting agar kita mendapatkan keuntungan dan kelancaran di dalam kegiatan bisnis yang kita lakukan.
Di dalam dunia bisnis kita mengenal kata  SWOT yang berarti suatu metode perencanaan strategis yang di gunakan untuk mengevalusi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman terhadap kegiatan bisnis. Sebenarnya SWOT itu sendiri singkatan dari kata Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats  yang masing masing mempunyai pengertian yang berbeda.
·         Pertama kata strengths itu sendiri adalah suatu kekuatan di dalam usaha terhadap produk yang kita miliki.
·         Kedua kata weakness adalah kelemahan terhadap kegiatan bisnis atau produk kita.
·         Ketiga opportunities adalah kesempatan atau peluang produk atau bisnis yang kita miliki.
·         Terahkhir Threats adalah suatu ancaman atau kendala bsinis yang kita hadapi.
Disini saya akan menganalisis SWOT terhadap bisnis yang akan saya jalankan sekarang ini yaitu usaha batik alusan.
Faktor Internal
1.      Strength (Kekuatan)
a.       Batik alusan memiliki corak budaya yang unik, spesifik, dan bersejarah.
b.      Batik alusan mendapatkan dukungan penuh dari Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan.
c.       Batik alusan menjadi budaya masyarakat Surakarta dan Yogyakarta pada khususnya, dan internasional pada umumnya.
d.      Batik alusan sebagai lambang dan ciri khas masyarakat Surakarta dan Yogyakarta.
2.   Weakness (Kelemahan)
  1. Batik alusan kurang begitu populer di kalangan masyarakat karena harga yang tinggi.
  2. Batik masih dianggap sebagai suatu yang kuno dan tua, apalagi Batik Alusan hanya menggunakan motif klasik dan warna tradisional khas Yogyakarta dan Solo.
  3. Biasanya identitas Batik Laweyan sebagai suatu kawasan budaya batik dan suatu kawasan industri.
  4. Banyak aset budaya berupa peninggalan arsitektur yang mulai rusak bahkan diruntuhkan untuk membangun pertokoaan batik.
Faktor Eksternal
1.   Opportunity (Kesempatan)
  1. Penerimaan penghargaan Upakarti dari Preside Susilo Bambang Yudhoyono sebagai motivasi masyarakat untuk lebih bersemangat dalam mengembangkan potensi yang ada.
  2. Bangkitnya kebudayaan dan industri batik rumahan.
e.       Kesempatan untuk tetap melestarukan ”Batik Alusan” ditengah arus perkembangan budaya akan lebih terbuka.
2.   Threat (Ancaman)
a.       Terancamnya aset murni batik Alusan dengan bermunculannya berbagai industri batik modern.
b.      Masyarakat sekarang ini jauh lebih menyukai produk-produk batik yang terkesan lebih modern dan berkelas, tidak menutup kemungkinan Batik Alusan akan kalah bersaing dengan produk-produk tersebut.
c.       Belum adanya sokongan dana dari pemerintah untuk modal pelestarian Batik Alusan.
KESIMPULAN
Analisis SWOT sangat penting di perhatikan ketika kita ingin membangun suatu kegiatan bisnis, karna kita bisa mengevaluasi kegiatan bisnis kita baik mengenai kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman terhadap bisnis kita. Melalui analisis SWOT kita mungkin lebih di permudah dalam perencanaan kegiatan bisnis agar kita tidak salah melangkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar